Hasil Tes STIFIn Feeling introvert Fi

Kontak Tes STIFIn 081805180808 - Hasil Tes STIFIn Feeling introvert Fi

tesstifin.id – Salah satu dari 9 hasil tes STIFIn adalah Fi adalah singkatan dari Feeling introvert. Jika huruf F berdiri sendiri merupakan identitas sebagai Mesin Kecerdasan (MK). Menurut Konsep STIFIn, ragam Mesin Kecerdasan hanya ada lima, dan F adalah salah satu diantara 5 MK tersebut.  Identitas Mesin Kecerdasan berubah menjadi kepribadian ketika MK digandengkan dengan jenis kemudi di belakangnya. Jenis kemudi kecerdasan hanya ada dua, yaitu i (introvert) dan e (extrovert). Dengan demikian, Fi sudah menjadi identitas kepribadian. F ditulis dengan huruf besar karena pengaruhnya sebagai MK lebih besar dari i yang ditulis dengan huruf kecil yang berperan hanya sebagai kemudi kecerdasan.

a. Sistem Operasi Otak

Pengertian sederhana dari Feeling introvert adalah jenis kepribadian yang berbasiskan kecerdasan emosi atau perasaan yang proses kerjanya dikemudikan dari dalam dirinya menuju ke luar dirinya. Sistem operasi pada tipe Fi berada di belahan otak bagian bawah di sebelah kanan atau disebut sebagai limbik kanan. Pada limbik kanan tersebut yang menjadi kemudi kecerdasan dari tipe ini berada di lapisan putih yang letaknya di bagian dalam. Limbik kanan putih itulah yang menjadi sistem operasi tipe Feeling introvert.

Lapisan yang berwarna putih memiliki tekstur otak yang lebih padat karena mengandung sel otak lebih banyak. Kerapatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan lapisan bagian luar tersebut membuat kemudi kecerdasan bergerak dari dalam ke luar. Hal ini menyebabkan ‘tuan yang punya badan’ menjadi seolah tidak berhenti untuk tebar pesona atau memancarkan kharismanya sebagai pemimpin.

b. Tipologi Fisik

Mesin Kecerdasan Feeling (F) sesungguhnya identik dengan pernafasan. Tipe ini memiliki kapasitas pernafasan yang besar. Kapasitas pernafasan yang kuat tersebut disebabkan tipe F memiliki mesin yang besar, yaitu berupa jantung dan paru-paru yang besar. Dengan mesin yang besar, tipe ini dapat memompa oksigen yang lebih banyak ke dalam darah, terlebih lagi tipe F dengan kemudi introvert (i).

Tipe Fi ditunjang oleh ketersediaan baterai (charger) yang ada di dalam dirinya, sehingga menyebabkan tipe ini seperti memiliki kekuatan emosi yang lebih kuat. Bentuk (konstitusi) fisik tipe F secara umum disebut sebagai displastik, karena mesin yang besar tersebut didukung oleh tulang yang kecil sehingga bawaannya terasa berat.

Dengan mesin besar, maka bentuk badan dari tipe Feeling introvert terlihat lebar dan tebal. Akibatnya, bagian punggung dari tipe ini seperti lebih sulit digerakkan (disebut displastik). Pada tipe Fi yang memiliki charger baterai di dalam, maka daya pancar emosi tipe ini pun lebih kuat. Secara fisik tipe ini dapat menggunakan pernafasan dalam yang bersumber dari paru-parunya.

Oleh karena itu, kekuatan pernafasan dari mesin yang besar tersebut dapat digunakan untuk jenis olahraga yang memerlukan stamina jarak jauh dan jangka panjang seperti lari marathon.

c. Sifat Khas

Jika menggunakan sudut pandang dunia psikologi (aliran perilaku) kepribadian Feeling introvert mesti memiliki sifat perilaku khas yang  dapat dibuktikan dan diukur yang berbeda dari delapan kepribadian yang lain. Terdapat sepuluh item yang bisa dibuktikan keberadaannya dan bisa diukur secara psikometrik.

Menurut konsep STIFIn, kesepuluh item tersebut menjadi kepribadian tetap yang tidak akan berubah dan akan selalu eksis seiring dengan penambahan umurnya. Sepuluh (10) sifat yang tetap tersebut adalah:

  • Convincing : Meyakinkan
  • Idealistic : Idealistis
  • Leader : Pemimpin
  • Kindful : Baik hati, ramah
  • Reflective : Reflektif, memantul, termenung
  • Popular : Terkenal
  • Promoter : Penyelenggara, promotor
  • Diplomatic : Diplomatis, pandai
  • Friendship-appeal : Persahabatannya menarik

Sebagai pribadi yang utuh, tipe Feeling introvert memiliki sisi-sisi diametral sebagai berikut: semangat tinggi namun dibalik itu ingin dimanja dan diperhatikan, perkataannya halus dan lembut namun terkadang bisa juga menyengat, pemimpin yang berkharisma namun kebiasaaan buruknya mudah tersinggung.

Selain itu, tipe Feeling introvert suka menolong namun menghitung nilai balas budi, komunikator yang mempengaruhi orang lain namun komitmen terhadap ajarannya lemah, mampu berempati namun terkadang lamban beraksi. Oleh karena itu, tipe Fi perlu waspada dengan kelemahannya dan berusaha mengekploitasi kelebihannya. Biasanya jika kelebihannya bergerak membaik maka secara otomatis kelemahan dari tipe ini akan tertutup dengan sendirinya.

d. Kepribadian

Kepribadian dari tipe Feeling introvert memiliki kekhasan karena memiliki kemampuan emosi yang melebihi delapan jenis kepribadian yang lain. Kelebihan ini dapat disepadankan dengan kecerdasan emosi atau disebut EQ (Emotional Quotient).

Dengan kekuatan pernafasan yang panjang, tipe ini memiliki potensi kekuatan mental yang lebih baik, mampu mendengar bahasa hati orang lain lebih lama. Tipe ini bahkan mampu menjaga perasaan dan berempati lebih baik dari orang lain. Selain itu, tipe F umumnya seperti memiliki kadar cinta yang lebih banyak, baik untuk mencintai ataupun dicintai. Pancaran kekuatan emosinya menjadikan tipe ini disukai oleh banyak orang (populer). Kepopuleran merupakan kelebihannya.

Dalam hal pengelolaan keuangan, tipe Feeling introvert terlihat sangat bossy (seperti juragan). Ia mudah menolong orang lain dengan harapan itu akan memperkuat posisinya sebagai pemimpin.

e. Kemistri

Jalan keberhasilan dari tipe Feeling introvert ditentukan oleh kemampuannya membuat platform untuk memperkuat pengaruh. Dengan platform itulah sosok bertipe Fi akan memiliki posisi tawar yang tinggi. Penting untuk digaris bawahi bahwa platform yang dibentuk oleh tipe ini seringkali platform yang diikat secara emosional.

Oleh karena itu, sejak awal setup platform dari tipe Feeling introvert tersebut harus didisain secara masak-masak agar dapat mewadahi visi yang diperjuangkannya. Tentu saja platform ini akan mudah runtuh jika tidak diberi energi positif yang maksimal. Apalagi jika platform tersebut senantiasa berubah-ubah demi kepentingan pragmatis.

Padahal, membangun platform visioner itu memakan masa yang panjang. Meskipun tipe Feeling introvert memiliki kemistri cinta, ia mesti mengikat kemistri cinta itu dengan sesuatu yang berdampak jangka panjang. Dalam menggunakan kekuatan kharismanya, tipe ini menebarkan pengaruh terutama dalam hal visi- untuk mendapatkan cinta dari pengikutnya. Oleh karena itu, visi tersebut mesti diberi jiwa (sentuhan emosi) supaya lebih banyak orang yang terikat dengan kepemimpinannya.

f. Peranan

Kecerdasan emosi dari tipe Feeling introvert menjadikannya matang secara emosional dan menjadi kaya hati sehingga mudah berbagi kasih sayang dengan orang lain. Faktor kekuatan emosional inilah yang membuat tipe ini merasa terpanggil untuk menjadi pemimpin. Dengan pancaran energi yang datang dari dalam untuk menyebarkan kekuatan emosi, tipe Fi memang layak menjadi pemimpin.

Jika tipe F dikemudikan dari dalam-menjadi tipe Feeling introvert – akan muncul sifat lebih percaya diri dan seolah bekal kekuatan emosinya tidak habis karena didorong dari dalam dirinya. Hal itu mengakibatkan tipe Fi merasa nyaman menjalankan fungsi kepemimpinannya.

g. Target & Harapan

Dengan modal kepemimpinan tipe Feeling introvert yang kharismatik dan terpancar dari dalam, keseharian dari tipe ini selalu menebarkan pesona. Ketika kepemimpinan tipe Fi diterima oleh lingkungan sekitar, maka hal tersebut sesuai dengan pengharapannya. Aktualisasi diri dari tipe ini terjadi jika ia memiliki fungsi kepemimpinan. Bahkan jika tidak mendapatkannya, tipe ini akan terus akan mencari jalan untuk kemudian dikukuhkan sebagai pemimpin.

Dengan modal kepemimpinan inilah tipe Feeling introvert menawarkan idealisme baru. Biasanya tipe Fi memang merupakan seorang ideolog yang memiliki pandangan visioner. Sumber ideologi tipe ini datang dari kematangan emosinya yang sejalan dengan jiwa perjuangannya. Kekuatan emosi dari tipe ini yaitu memahami kedalaman jiwa dari masyarakat, yang perlu diperjuangkan oleh dirinya. Hal inilah yang membuat tipe Fi menargetkan visi tertentu untuk diperjuangkan bersama.

Salah satu jalan untuk memelihara pengaruh dari tipe Fi ialah dengan berkontribusi pada pengikutnya. Sebagai konsekuensi dari kasih sayang kepada pengikutnya, tipe ini kerap kali mengulurkan tangannya untuk membantu pengikutnya.

h. Arak Merek

Kekuatan kepemimpinan dari tipe Feeling introvert sekaligus menjadi merek bagi dirinya. Tipe ini diberi merek sebagai sosok yang memiliki kepemimpinan yang baik. Untuk memiliki merek seperti ini, tipe Fi tidak harus secara formal memimpin suatu organisasi tertentu, namun secara informal pun, merek kepemimpinan tersebut melekat pada dirinya.

Jika tipe Feeling introvert tidak memiliki merek kepemimpinan, maka ia seperti tercerabut dari akar. Hal ini dapat diartikan bahwa sumber kekuatan utama dari tipe ini dalam memancarkan emosi kasih sayang ke masyarakatnya, macet

i. Cara Belajar

Proses belajar yang baik bagi tipe Feeling introvert adalah menjadi pendengar yang baik meskipun begitu tergoda untuk berbicara. Tipe Fi suka ngomong dan menebar pesona dengan omongannya. Namun tipe ini akan belajar lebih banyak jika ia mendengar. Maka ketika hadir di dalam kelas, ia cukup berkonsentrasi mendengarkan penjelasan dari gurunya.

Jika perlu, penjelasan tersebut direkam dengan MP3 dan didengarkan berulangulang, sampai tipe ini mendapatkan ‘feel’-nya. Bagi tipe Feeling introvert, memang sulit berkonsentrasi dalam durasi yang lama. Tipe ini sering terbawa pada suasana emosinya. Hasil rekaman yang didengarkan ulang itu membuat tipe ini mendapatkan gambaran secara keseluruhan. Pendek kata, tipe F pada umumnya memang harus belajar menggunakan telinganya.

Motivasi belajar dari tipe Feeling introvert akan naik seiring dengan mood. Namun begitu, jika tipe ini sedang mood, maka seperti tidak ada yang dapat menghentikannya. Jika sedang semangat akan terlihat sekali, namun jika sedang malas, maka tipe ini akan susah untuk memulai kembali. Oleh karena itu, perlu ditempelkan sentuhan emosi setiap kali tipe ini merasa sedang kehilangan mood. Motivasi yang naik turun tergantung kondisi emosi sesaat. Permainan perasaan untuk memelihara tingkat motivasi dari tipe F memang membutuhkan kesabaran yang luar biasa.

j. Pilihan Sekolah/Profesi

Prioritas utama jika ingin memilih jurusan atau profesi untuk tipe Feeling introvert sebaiknya diarahkan pada satu diantara empat pilihan industri berikut ini, yaitu : politik, kepemerintahan, hukum, kesenian.

Selanjutnya pilihan lain dari jurusan atau profesi yang sesuai tipe Feeling introvert sebagai berikut: psikolog, komunikasi, diplomat, humas, promotor, investor, negarawan, trainer/publicspeaker, administrasi negara, seniman, budayawan, hubungan internasional, salesman, inspirator, motivator, psikiater, counselor, ideolog, personalia, lawyer, birokrat, aktivis, atlit maraton, dll.

Di masa depan, pilihan profesi akan semakin beragam. Namun jika ingin memilih jurusan ataupun profesi patokan bagi tipe Feeling introvert adalah mempertimbangkan empat kata kuncinya, yaitu: merasakan, pernafasan, memimpin, dan dicintai. 

Artinya, jurusan atau profesi yang dipilih oleh tipe ini perlu didominasi oleh unsur-unsur yang membutuhkan keterlibatan emosi (termasuk kemampuan berkomunikasi dari hati ke hati) secara fisik memerlukan nafas yang panjang atau semangat yang tinggi sehingga bisa bekerja atau bertanding secara marathon, serta jurusan/profesi yang melibatkan kharisma kepemimpinan, serta dapat mengeluarkan jurus-jurus tebar pesona supaya tipe ini dicintai lebih banyak orang.

1#P0306

Sertifikat Tes STIFIn Feeling introvert Fi 734x1024 - Hasil Tes STIFIn Feeling introvert Fi

Manfaat Tes STIFIn

Apa itu Tes STIFIn ?

Tes STIFIn adalah tes yang dilakukan dengan cara menscan kesepuluh ujung jari anda. Sidik jari yang membawa informasi tentang komposisi susunan syaraf tersebut kemudian dianalisa dan dihubungkan dengan belahan otak tertentu yang dominan berperan sebagai sistem-operasi dan sekaligus menjadi mesin kecerdasan anda.

Mau tahu info sistem operasi dan mesin kecerdasan terbaik anda. Klik bit.ly/butuhtesstifin

Hasil Tes STIFIn Thinking extrovert Te

P24 THINKING 1024x544 - Hasil Tes STIFIn Thinking extrovert Te

Thinking extrovert

tesstifin.id – Te adalah singkatan dari Thinking extrovert. Jika huruf T berdiri sendiri merupakan identitas sebagai Mesin Kecerdasan (MK). Menurut Konsep STIFIn, ragam Mesin Kecerdasan hanya ada lima, dan T adalah salah satu diantara 5MK tersebut. Identitas Mesin Kecerdasan berubah menjadi kepribadian ketika MK digandengkan dengan jenis kemudi dibelakangnya. Jenis kemudi kecerdasan hanya ada dua, yaitu i (introvert) dan e (extrovert). Dengan demikian, Te sudah menjadi identitas kepribadian. T ditulis dengan huruf besar karena pengaruhnya sebagai MK lebih besar dari e yang ditulis dengan huruf kecil yang berperan hanya sebagai kemudi kecerdasan.

a. Sistem Operasi Otak

Pengertian sederhana dari Thinking extrovert adalah jenis kepribadian yang berbasiskan kecerdasan logika yang proses kerjanya dikemudikan dari luar dirinya menuju ke dalam dirinya. Sistem operasi pada tipe Te berada di belahan otak bagian atas di sebelah kiri atau disebut sebagai otak besar kiri atau diringkas otak kiri. Pada otak kiri tersebut yang menjadi kemudi kecerdasan dari tipe ini, berada di lapisan abu-abu yang letaknya di bagian luar atau permukaan otak. Otak kiri abu-abu itulah yang menjadi sistem operasi tipe Te.

Lapisan yang berwarna abu-abu dari tipe Thinking extrovert memiliki tekstur otak yang lebih longgar karena mengandung sel otak lebih sedikit. Kerapatan yang lebih dibandingkan dengan lapisan bagian dalam tersebut membuat kemudi kecerdasan bergerak dari luar ke dalam.

Hal ini menyebabkan ‘tuan yang punya badan’ menjadi lebih beradaptasi dengan lingkungan luar, karena dari lingkuangan luar itulah tipe Te mendapatkan energi untuk memutar kepalanya. Energi yang datang untuk mengolah otak kiri tipe ini berasal dari luar dirinya.

b. Tipologi Fisik

Mesin kecerdasan Thinking (T) sesungguhnya identik dengan tulang. Mereka memiliki tulang yang besar dan kuat. Dengan bentuk tubuh (konstitusi) yang piknis terlihat unsur tulang secara proporsional menjadi dominan. Disebut piknis karena ukuran badan dari tipe ini volumenya lebih kecil dibanding tipe lain, sementara volume tulangnya paling dominan dibanding tipe lain.

Akibatnya, tulang kerangka menyangga beban yang lebih ringan sehingga mudah bergerak kesana-kemari. Itulah mengapa disebut piknis. Tipe Thinking extrovert tidak memiliki baterai (charger) di dalam dirinya dan justru ia menghadirkan dari luar. Hal inilah yang menyebabkan Te seperti memiliki tulang yang kurang tenaga.

Meskipun proporsi tulang lebih dominan dibanding ukuran badannya, namun secara umum Mesin Kecerdasan T malas bergerak. Padahal seharusnya MK ini mudah bergerak. Hal ini disebabkan tenaga yang tersedia cenderung disedot oleh kepala. Penggunaan energi oleh kepala dapat memakan energi yang besar sehingga menjadikan MK ini malas bergerak.

c. Sifat Khas

Jika menggunakan sudut pandang dunia psikologi (aliran perilaku) kepribadian dari tipe Thinking extrovert mesti memiliki sifat perilaku khas yang dapat dibuktikan dan diukur yang berbeda dari delapan kepribadian yang lain. Terdapat sepuluh item yang bisa dibuktikan keberadaannya dan bisa diukur secara psikometrik. Menurut konsep STIFIn, kesepuluh item tersebut menjadi kepribadian tetap yang tidak akan berubah dan akan selalu eksis seiring dengan penambahan umurnya.

Sepuluh (10) sifat yang tetap tersebut adalah:

  • thoughtful,
  • analytical,
  • competitive,
  • reserved,
  • planner,
  • positive,
  • argumentative,
  • forceful,
  • formal,
  • justice

Sebagai pribadi yang utuh, tipe Thinking extrovert memiliki sisi-sisi diametral sebagai berikut: menyukai kemenangan, seperti seorang penakluk namun kurang stamina untuk terus menerus bertanding, kebenaran empirik hanya datang dari pengalaman dirinya namun tidak suka kebenaran dari nasihat orang lain, pandai mengakumulasi keuntungan dengan coverage yang luas, namun kurang mahir dalam membuat prioritas jangka panjang.

Selain itu, peranan dari tipe Thinking extrovert sangat sirkulatif di semua entitasnya, hanya sayang kurang pandai membaca aspirasi, memiliki siklus hidup yang dinamis namun terlalu normatif. Oleh karena itu, tipe ini perlu waspada dengan kelemahannya dan berusaha mengeksploitasi kelebihannya. Biasanya jika kelebihannya bergerak membaik, maka secara otomatis kelemahan dari tipe ini akan tertutup dengan sendirinya.

d. Kelebihan

Kepribadian dari tipe Thinking extrovert memiliki kekhasan karena memiliki kemampuan menalar secara meluas dalam bentuk pengendalian manajemen dan logika yang lebih efektif yang melebihi delapan (8) jenis kepribadian yang lain. Kelebihan ini dapat disepadankan dengan kecerdasan logika atau disebut LQ (Logical Quotient).

Tipe Te pandai mengumpulkan kekuatan untuk menghasilkan kemenangan bagi diri dan organisasinya. Bagi tipe ini, organisasi akan dikelola seperti pabrik, tentara, birokrat, atau atasan-bawahan karena otoritas sepenuhnya berada di tangannya. Cara organisasi yang seperti inilah yang kemudian membuatnya berhasil dalam melipatgandakan hasil atau produksi.

Pendek kata, tipe Thinking extrovert memiliki secara alamiah yang tercermin dari cara kerjanya yang selalu mencari peluang untuk melipatgandakan. Tipe ini memperlakukan pekerjaannya dengan mengendalikan proses secara tepat, yaitu proses yang menimbulkan produktivitas pelipatgandaan.

Hal tersebut sejalan dengan tabiatnya terhadap uang. Tipe Thinking extrovert adalah tipe yang paling mampu mengelola keuangan dengan cara mengakumulasi atau mengumpulkan. Bagi tipe ini, cara membelanjakan pengeluaran sebenarnya sangat rasional namun punya kemampuan taktis jika ia melihat ada peluang untuk mengakumulasi keuntungan.

e. Kemistri

Dengan kemampuan pengendalian terhadap span of control yang besar, kemampuan logika umum, kemampuan dalam melipatgandakan hasil, karakter yang seperti tulang (atau ibarat besi yang kokoh), dan keberadaan tulang yang lebih dominan dibanding ukuran badan, menjadikan tipe Te akan jauh lebih sukses jika ia memiliki pabrik untuk menjalankan ‘mesinnya’. Tipe Te perlu lebih mengkonkritkan usahanya dalam wujud yang nyata, misalnya berbentuk pabrik, sehingga mesin pelipatgandaannya dapat berjalan dengan baik.

Tipe Thinking extrovert memiliki kemampuan untuk meraih tahta dimanapun jika segala macam unsur sumberdaya yang ada di bawah kekuasaannya dikelola secara mekanistik seolah-olah seperti pabrik. Jika memiliki pabrik (dalam pengertian yang sesungguhnya), maka tipe ini akan memiliki kedudukan di masyarakat sebagai tokoh yang layak diberi tahta yang lebih tinggi.

Kebesaran pabrik tersebut akan sejalan dengan kebesaran tahta atau kekuasaan dari tipe Te. Pada dasarnya tipe Te memang menjadi orang yang paling dicari tahta. Hal ini disebabkan pada diri tipe ini, melekat kharisma pemegang otoritas. Jika diberi amanah, tipe ini akan menjalankannya dengan baik.

f. Peranan

Dengan fungsi kepala yang dominan, MK Thinking (T) lebih senang dengan jenis pekerjaan yang memerlukan berpikir keras sehingga dapat menyelesaikan masalah hingga tuntas. Tipe ini dapat menyusun serangkaian logika sebagai metode untuk menyelesaikan masalah.

Hal itulah yang menjadikan tipe T dianggap bertangan dingin. Setiap masalah yang menjadi tanggungjawabnya, dapat diselesaikan dengan baik. Jika kemampuan kepala tersebut digabungkan dengan karakter tulang yang kokoh, maka akan melahirkan tipe T dengan kepribadian yang teguh dan keras kepala.

Jika tipe ini dikemudikan dari luar ke dalam – menjadi tipe Te- akan muncul sifat-sifat utama yang adil, objektif, dan  menerima argumentasi logika. Hal itu membuat tipe Te menyukai peran layaknya seorang komandan yang memimpin dengan otoritas penuh untuk memastikan keadilan dan logika dapat berjalan secara efektif. Peranan tersebut diikuti dengan kemampuan pengelolaan dan pengendalian organisasi yang baik dari tipe Te.

g. Target & Harapan

Bagi tipe Thinking extrovert, kemampuan mengendalikan proses produksi menjadi jalan sukses untuk memperoleh kekuasaan. Ia akan menjadi sangat terpukul jika pada akhirnya tidak diberi otoritas untuk mengambil keputusan. Target dari tipe ini adalah mendapatkan otoritas penuh. Dengan otoritas tersebut ia dapat mengendalikan secara penuh jalannya organisasi. Tipe ini akan mengendalikan organisasi dengan memberikan instruksi, pengarahan, dan briefing-briefing.

h. Arah Merek

Tipe Thinking extrovert memiliki kemampuan kepemimpinan melalui managerialship yang sangat bagus. Bahkan tipe ini diberi merek karena kemampuan managerialship-nya efektif. Jika ada pertarungan untuk menunjukkan kemampuan pengelolaan dan pengendalian organisasi, agar organisasinya dapat selalu naik kelas karena selalu menciptakan produksi yang berlipat ganda, maka tipe Te merupakan sosok yang akan memenangkannya. Selain tipe Te memang memiliki kemampuan managerial yang sistematis dan efektif, secara alamiah tipe ini juga haus kekuasaan.

i. Cara Belajar

Pada umumnya, tipe Thinking extrovert tidak mengalami masalah dalam hal belajar. Materi pelajaran memerlukan cara kerja otak yang menalar, berhitung, dan menstrukturkan. Pada tipe Te, ia sudah terbiasa menalar bacaan untuk mendapatkan logika dengan membuat struktur dan skema yang memudahkan. Hal ini disebabkan tipe Te sebenarnya tidak ingin terlalu jelimet.

Otak kiri dari tipe Te selalu memerlukan ‘fooding’ dengan cara berpikir atau pada dasarnya ia suka berpikir, baik diminta ataupun tidak diminta. Hasil akhirnya menyebabkan tipe Te menjadi orang yang paling berwawasan karena kumpulan buku yang dibacanya cukup lengkap. Meskipun penguasaan setiap topik dari buku tersebut tidak terlalu mendalam, namun tipe ini sudah mendapat struktur berpikir dari setiap bacaannya.

Dengan demikian, tipe Thinking extrovert memiliki kemampuan menguasai pelajaran bukan berasal dari detail mikroskopiknya, melainkan dari pengembangan wawasannya. Cara yang paling efektif untuk memotivasi seorang tipe Te adalah dengan diberi kesempatan berkompetisi untuk mengalahkan yang lainnya. Tipe ini merasa dibantu jika selalu dibukakan jalur kemenangan untuk lawan lawannya di berbagai peringkat. Sebaliknya, ini merasa hampa dan geregetan jika ia tidak dapat bertarung, karena ia merasa memiliki kapasitas untuk mengalahkan lawan-lawannya.

j. Pilihan Sekolah/Profesi

Prioritas utama jika ingin memilih jurusan atau profesi untuk tipe Thinking extrovert sebaiknya diarahkan pada satu diantara empat (4) pilihan industri berikut ini, yaitu manajemen/kepemerintahan, manufacturing, properti, peternakan.

Selanjutnya pilihan lain dari jurusan atau profesi yang untuk tipe Te sebagai berikut: ristek, IT, bisnis pertambangan, ahli konstruksi, bisnis kesehatan, garmen, peneliti, fabrikan, perminyakan, pengeboran, programmer, dokter, apoteker, ekonomi, manajer, dosen/guru, property, insinyur, fisikawan, kimiawan, konsultan managemen, teknokrat, birokrat, pajak, produsen, quality control, auditor, ahli strategi, pelatih bola, pembuat kebijakan, system analyst, ahli rekayasa, developer, atlit (pertandingan), dll

Di masa depan, pilihan profesi akan semakin beragam. Namun jika ingin memilih jurusan ataupun profesi patokan bagi tipe Thinking extrovert adalah mempertimbangkan empat kata kuncinya, yaitu: menalar, tulang, mandiri, dan meluas.

Artinya, jurusan atau profesi yang dipilihnya didominasi oleh unsur-unsur yang memerlukan daya nalar, mengandalkan pendirian yang kuat atau bahkan profesi betul-betul mengandalkan tulang dalam pengertian sesungguhnya (seperti atlit balap sepeda, tae kwon do, lari, renang khusus gaya dada, dsb) dan dapat memanfaatkan kemandiriannya dalam bekerja, serta bidang-bidang yang memerlukan logika umum yang meluas seperti manajemen, menjadi komandan, atau birokrat.

Kontak Tes STIFIn 081805180808

1#P0405

Sertifikat STIFIn Thinking extrovert Te 755x1024 - Hasil Tes STIFIn Thinking extrovert Te
error: Fokus Satu Hebat