Karakter Kepribadian Sejalan dengan Jenis Kecerdasannya, Temukan Teori-teori Kepribadian STIFIn

STIFINTES.com – Teknik STIFIn diciptakan oleh seorang yang bernama Farid Poniman yang didasarkan atas dua teori Psikologi analisis yang dipelopori oleh Carl Gustav Jung (1875-1959), dikompilasi dengan teori The Whole Brain Concept dari Nerd Hermann, dan teori Triune Brain (Paul Mclean 1976).

Menurut Jung, Fungsi dasar kepribadian manusia terbagi dalam empat jenis, yaitu :

 

 

a.Fungsi Pikiran (Thinking disingkat T), yakni bagaimana kepribadian dibentuk dari pemikiran manusia disebut dengan pribadi pemikir.

b. Fungsi perasaan (Feeling disingkat F) yakni bagaimana kepribadian dibentuk dengan perasaan ataupun pembawaan yang mengarah pada rasa seseorang.

c. Fungsi intuisi (Intuiting disingkat I) yakni bagaimana kepribadian dibentuk dengan kata-kata yang berkaitan dengan menentukan masa depan pada diri seseorang.

d. Fungsi penginderaan atau sensing (Sensing atau disingkat S) bagaimana kepribadian dibentuk dengan penginderaan yang tajam dari seseorang. 

Fungsi dasar tersebut oleh Ned Hermann disebut dengan empat jenis kecerdasan manusia.

Penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa keempat fungsi dasar tersebut jika dikaitkan dengan teori Ned Hermann tentang quadran otak.

P44 STIFIn 9 PERSONALITI GENETIK 1024x576 - Karakter Kepribadian Sejalan dengan Jenis Kecerdasannya, Temukan Teori-teori Kepribadian STIFIn

Maka keempat fungsi dasar tidak lain merupakan karakter kepribadian yang kekal yang bersumber dari belahan otak (jenis kecerdasan) yang paling kerap digunakan.

Berikut penjelasannya :

Pertama : Kuadran otak Kiri (neokortek kiri) merupakan kecerdasan sekaligus karakter kepribadian Thinking atau orang T.

Kedua : Kuadran otak Kanan (neokortek Kanan) merupakan kecerdasan sekaligus karakter kepribadian Intuiting atau orang I.

 

Ketiga : Kuadran otak bawah kiri (limbik Kiri) merupakan kecerdasan atau karakter kepribadian Sensing atau orang S.
Keempat: Kuadran otak bawah Kanan (limbik Kanan) merupakan kecerdasan atau karakter kepribadian Feeling (F) atau orang F.

Dengan demikian maka fungsi dasar Jung mempunyai kesamaan dengan kuadran kecerdasan Ned Hermann.

Pendapat inilah yang kemudian dipegang oleh penulis. Kelebihan dari masing-masing kecerdasan tersebut sesuai dengan namanya :

S itu Tajam inderanya, karenanya orang sensing mampu memfungsikan inderanya untuk meraih kesuksesan.

T itu kuat berpikir,karenanya orang Thinking mampu mengelola konsep berpikirnya untuk memecahkan masalah dan berpikir jalan suksesnya.

F itu pandai menjaga perasaan orang lain, bagaimana membangun relasi yang baik dan menjaga hubungan yang harmonis kepada mitra bisnis dan usahanya. 

Setelah keempat kuadran kecerdasan diatas ada kecerdasan kelima yakni:

 

 

Insting atau naluri yang mana instring atau In dipanggil orang In itu, karena ia akan dilanda kebingungan tidak cenderung kesalah satu diantara keempat kategori.

Mereka sebenarnya dominan menggunakan belahan otak lain, yaitu otak naluri (Instinctive) yang berada ditengan atau paling bawah (hindbrain atau midbrain).yang bersambung langsung pada tulang belakang. 

Bagaimana karakter yang terbangun dari kecerdasan kelima ini?

Sesuai dengan letaknya maka fungsinya pada gabungan cerebellum, medulla, midbrain, pons, dan brain stem (kompilasi dari pemikiran Luria, A.R 1970).

The Functional Organization of The Brain yaitu: menjauh atau mendekat, cepat bertindak balas, dimana ditandai dengan cepat emosional, tapi juga cepat reda, keseimbangan kecerdasan ditandai dengan kemahiran dalam musik, memiliki kemahiran yang beragam,pandai menginduksi (membuat kesimpulan) pandai menemukan insight dan kecerdasan spiritualitasnya tinggi, serta satu hal yang sangat khusus yaitu kesediaan berkorban demi orang lain yang tinggi.

 

Pada keempat kecerdasan lainnya sebagai pusat kognisi memerlukan proses berpikir yang lebih sistematik dan diolah dulu dalam otak dengan proses yang lebih panjang. Sedangkan kecerdasan insting merespon lebih spontan, merujuk kepada akumulasi pengalaman hidup yang panjang. 

Demikian beberapa teori-teori yang dikembangkan oleh Farid Poniran penemu teknik STIFIn sebagai bentuk menemukan kecerdasan yang menguatkan kepribadian seseorang dengan lima kecerdasan dan kepribadian sebagai berikut Sensing, Thinking, Intuating, Feeling dan Insting.

Semoga Artikel ini bermanfaat buat Anda, sampai bertemu pada pembahasan lanjutan berkaitan dengan STIFIn. 

Sumber : melintas.id

STIFIn Series : Hubungan Segilima STIFIn

TESSTIFIN.id – Inspirasi Konsep STIFIn, bersama Solver Hari Sanusi, STIFInMan

Hubungan Segilima - STIFInMan
@stifinid HUBUNGAN SEGILIMA STIFIN solver hari sanusi #promotorstifin #tesstifin #stifinbogor #stifindepok #stifinbekasi #stifintangsel #stifinjakarta #stifin #stifinman ♬ original sound - Test STIFIn Official ID

Konsep Hubungan Segilima STIFIn menggambarkan pola interaksi antar lima mesin kecerdasan dalam teori STIFIn. Mesin kecerdasan ini membentuk mata rantai segilima, mengikuti jari-jari tangan kanan, bukan berdasarkan urutan akronim STIFIn, tetapi dengan pola STInIF.

Ada dua jenis hubungan dalam segilima STIFIn:

  1. Hubungan Saling Mendukung – Setiap tipe kecerdasan mendukung tipe berikutnya dalam rantai:

    • S (Sensing) mendukung T (Thinking) yang sistematis.

    • T mendukung In (Insting) yang mengalir.

    • In mendukung I (Intuiting) yang banyak ide.

    • I mendukung F (Feeling) yang visioner.

    • F mendukung S yang tahan banting.

  2. Hubungan Saling Menaklukkan – Pola ini melompati satu mesin kecerdasan:

    • S mengalahkan In.

    • In mengalahkan F.

    • F mengalahkan T.

    • T mengalahkan I.

    • I mengalahkan S.

Konsep ini digunakan untuk memahami hubungan sosial, termasuk dalam pasangan hidup, tim kerja, dan kepemimpinan. Misalnya, dalam hubungan pernikahan, tipe S mendukung tipe T, sehingga hubungan ini dianggap ideal. Sebaliknya, jika tipe F menjadi pasangan tipe T, maka hubungan bisa menjadi kurang harmonis karena tipe F menaklukkan tipe T.

Menarik, bukan? Konsep ini bisa membantu memahami interaksi dengan orang lain dan membangun hubungan yang lebih efektif!

error: Fokus Satu Hebat